Case Study
Untuk Bali Frames Studio · 2025
Layanan
Durasi: 14:30 (3 movements)
Brief
Bali Frames Studio membutuhkan score orisinal untuk dokumenter pendek berdurasi 18 menit yang mengabadikan ritual 'Subak' — sistem irigasi tradisional Bali yang ditetapkan UNESCO. Klien ingin musik yang terasa lokal tapi universal: bisa bicara kepada penonton festival internasional tanpa terasa eksotis atau klise.
Tantangan
Tantangan utamanya adalah menjembatani dua dunia: orkestral kontemporer yang familiar di telinga penonton barat, dan suara gamelan Bali yang autentik tapi tidak terasa sebagai 'sound tourist'. Brief awal dari klien sangat luas ('terasa seperti film Godfrey Reggio'), dan timeline produksi hanya 3 minggu.
Pendekatan
Kami mulai dengan riset mendalam — mendengarkan rekaman gamelan Selonding dari Karangasem dan menganalisis interval pentatoniknya. Dari situ, kami bangun vocabulary harmoni yang berangkat dari skala pelog Bali tapi diprocessing dalam konteks orchestral modern. String section direkam live di studio untuk movement 1 (dawn). Movement 2 (aktivitas subak) menggabungkan perkusi live dengan sequenced gamelan digital yang di-tune ulang secara custom. Movement 3 (sunset/close) kembali ke orkestral penuh.
Hasil
Score diterima dengan sangat baik — dokumenter diputar di 4 festival film (Jogja-NETPAC Asian Film Festival, Denpasar Film Festival, Singapore Short Film Festival, dan Busan). Klien menyebut musik sebagai 'the soul of the film' dalam press kit mereka. Proyek ini juga menjadi referensi internal FP Music Production untuk pendekatan 'global local' dalam music production.
DENGARKAN HASILNYA
Preview interaktif — file audio akan ditambahkan saat aset tersedia.
Behind the Scenes
Session composing movement I — Ableton Live + notation
MIDI programming gamelan digital
Final arrangement — 47 track total
Late night mixing session
Credits & Gear
DAW & Software
Hardware
Terkait
Konsultasi pertama gratis. Ceritakan brief kamu dan kami bantu wujudkan.